Selasa, 24 Juli 2018

Bukan Tuhan

Aku bukan siapa-siapa
Aku hanya manusia yang pura-pura tuli
Dengar suara adzan
Aku mengutamakan tidur lelapku
Tanpa mau mengerti bahwa
Tuhan memanggil halus diriku untuk shalat

Aku bukan siapa-siapa
Aku terbatas
Namun,merasa lebih hebat dari tuhan
Aku merasa lebih kaya,makanya aku menindas
Aku merasa lebih cantik, makanya aku memoles indah tubuhku
Tanpa tahu batas-batas yang harus kututupi

Aku merasa paling tampan
Hingga over pede
Wanita manapun akan jatuh cinta kepadaku
Aku memtuskan untuk menjadi playboy cap sapi
Yang pernah mengambil keprawanan hanya untuk kesenangan belaka

Aku bukanlah tuhan
Sekalipun jikalau aku raja
Aku hanya memiliki rakyat
Dan tidak memiliki  hamba
Aku tidak berhak melukai rakyatku
Hanya karena segepok uang merah dan biru

Aku bukanlah pencipta
Sekalipun jikalau aku menciptakan robot canggih berotak  manusia
Aku tidak boleh memboikot orang-orang bodoh menjadi budak

Aku harus sadar aku bukan siapa-siapa
Aku adalah hamba
Aku adalah karya-Nya
Aku adalah makhluk ciptaan-Nya
Tak ada yang perlu dibanggakan
Karena kuhanya penerima bukan pemilik
Dan pemilik sejati adalah Tuhan yang maha esa

Cinta yang tak terbalas

Aku hanya ingin menjadi pelindungmu
Pelindung tunggal tubuh cantikmu
Dari godaan laki-laki hidung belang
Dari secuil goresan yang mampu melukai hatimu
Walaupun itu setajam silet pencukur rambut

Aku hanya ingin menjadi malaikatmu
Yang mampu selalu ada dalam setiap suasana
Yang mampu berubah wujud sesuka hatimu
Perlakuan konyolmu,aku siap ikutan konyol
Perlakuan manjamu,aku siap menjadi pelayan kemanjaanmu
Perlakuan marahmu,aku siap untuk menjadi penenangmu
Penenang sekaligus penerang agar hidupmu
Tak pernah merasa sendiri
Karena aku tak suka kau merasa asing dengan duniamu
Karena aka takut kesedihanmu akan kesendirianmu
Merenggut senyum manis dipipimu

 Dan Izinkah aku memperbaiki diri
Untuk menjadi penghibur hatimu
Menemani dalam senyuman dan tangismu
Namun,kau menganggapku seperti budak orang yang dibayar
Dengan gepengan logam dan kertasan uang
Seperti tak berharga dan tak pantas untuk dirimu

Perlakuan Acuhmu tak setimpal dengan senyumku
Yang berusaha selalu kumunculkan
Walaupun masalah hidup merenggut senyumku

Tahukah kau?kau begitu istimewa
Padahal aku orang yang susah untuk jatuh cinta
Aku telah menjaga pandanganku dan perasaanmu
Dari wanita yang lebih cantik darimu
Namun,kau pura-pura tak mengenalku

Padahal setiap malam kuberdoa
Agar tuhan selalu menjaga setiap tarikan nafasmu
Setiap detik detak jantungmu
Setiap jengkal langkah kakimu
Agar kau terlindungi dan selalu merasa aman dimanapun kau berada

Namun,biarlkanlah hati ini terlatih
Terlatih untuk tak sakit merasakan patah hati
Biarkanlah aku menemuimu dalam cinta diujung senja
Selalu menunggu datangnya senja
Namun,entah kapan senja mencari kita
Seperti dirimu yang entah kapan
Membukakan hati untuk diriku seorang
Karena kau kini menolak cintaku




Senin, 23 Juli 2018

Pendosa

Air mataku mengalir deras
Saat orang-orang telah larut dalam ketenangan
Namun,sungguh aku sangat iri
Kepada orang-orang yang bisa tenang
Sedangkan diriku lemah tak berdaya
Saat memikirkan debu-debu hitam
Yang telah kutangkap lewat tanganku sendiri
Namun,aku tak tahu cara mensucikannya kembali
Tuhan,maafkanlah aku
Yang hanya bisa berangan-angan masuk surga
Namun,tingkah berlaku neraka
Tuhan,maafkanlah aku
Yang ingin memperkaya diri didunia
Namun,lupa memperkaya diri untuk akhirat
Tuhan,maafkanlah aku
Yang ingin jenazahnya harum
Seharum jenazah yang kayak ditivi -tivi
Namun,kadang sengaja lupa untuk shalat lima waktu
Namun,tuhan...
Terimalah sembah sujudku
Sebagai bukti kuingin menjadi lebih baik
Terimalah taubatku
Sebagai bukti aku ingin membersihkan diri
Dari noda-noda hitam yang menghinggap dihati
Terimalah doaku
Sebagai tanda aku telah membenahi diri
Untuk lebih dalam mengenal ajaranmu
Izinkanlah hijabku
Menutupi semua kesalahanku
Karena,dulu aku adalah pendosa

Lewat puisi ini

Lewat puisi ini kupersembahkan cinta dan kasihku
Pada tuhan yang telah menganugrahkan rasa ini
Pada orang yang telah menjadi malaikat tak bersayapku
pada orang tuaku yang menanamkan benih-benih kehebatan dalam hidupku
Harta takkan pernah mengalahkan cinta
Bagaimana mungkin hidup berlimang harta dikatakan bahagia
Kalau tiada pendamping dalam hidup
Bagaimana mungkin bisa tersenyum
Andaikan hidup sendirian dibumi
Tanpa teman untuk ketawa ketiwi
Lewat puisi ini kukatakan
Cinta diujung senja memanglah benar
Selalu menunggu datangnya senja
Namun,entah kapan senja mencari kita
Bertepuk sebelah tangan,ya mungkin....

Dekatilah kasih

Percayalah matahari bersinar untuk alam semesta
Karena cinta tuhan kepada manusia
Percayalah daun yang layu digugurkan
Karena cinta tuhan agar pohon selalu tumbuh dalam kehijauan
Karena hijau itu enak dipandang
Karena hijau itu menakdirkan cinta kasih dan perdamaian
Percayalah melodi akan selalu terdengar indah
Karena jiwa terlalu rekat dengan cinta
Dan cinta itu indah
Percayalah bau busuk kan selalu busuk
Karena jiwa terlalu antisipan dengan kemarahan dan kedengkian
Maka,dekatilah cinta
Seperti panda yang membelai mesra anaknya
Seperti kanguru yang memberi kehangatan cinta lewat kantongnya
Untuk memeluk tubuh calon anaknya

Anak kecil

Anak kecil yang malang
Anak kecil yang selalu ingin ditimang
Berjalan menyusuri debu-debu jalanan
Tak peduli akan bahaya yang datang
Anak kecil yang malang
Tinggal dibawah pohon rindang yang mengakar
Bertamankan daun-daun kering
Yang Menutupi setiap jengkal tanah yang terlewati
Hain anak kecil
Menangsilah karena kau terhina
Menangislah karena luka
Karena tanpa menangis
Kau kelihatan lebih murung dan merana
Hai anak kecil
Menangislah karena kau susah untuk tertawa
Cobalah untuk lebih berekspresi
Daripada menyempitkan hati
Karena semakin terjepit,kau semakin terluka
Hai anak kecil
Tak semua sedih kan menjadi luka
Kadang,sedih adalah simbol kekuataan
Tersenyumlah bahagia karena airmata
Agar airmata menghapus semua jeritan luka

Corak Ragawi

Sudah kubilang aku bahagia karena cinta
Sudah kubilang aku semangat karena senyuman
Sudah kubilang aku jatuh cinta karena ada yang istimewa
Bakaran cinta didada ini mengebu tak terlihat
Namun,sangat menyengat tuk dirasa
Dialah sang pewarna
Penghias sukma dibola mata
Membuatku selalu jatuh cinta,dan jatuh
Tiap menit,tiap detik
Bahkan saat denyut ini tak berdetak sebentar
Dirimu selalu menjadi penghias didalam lembah otaku
Dirimu selalu tampil nan menawan
Dilangit-langit atap rumahku
Nyatanya ini adalah permainan fatamorgana
Kini kau menjadi corak hidupku
Kini kau menjadi ciri khas kebahagiaanku
Batas-batas datangnnya bayangmu tak terbatas
Karena corakmu telah melekat terkunci rahasia diraga ini
Tak ada sandi,tak ada password untuk membukanya
Karena kau kini telah terkunci
Dihati....